Adu Cepat Robot Penangkap Bola pingpong, UNESA dan NTNU Gelar STEM 2025
Surabaya, 25 Mei 2025 —
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama National Taiwan Normal University
(NTNU) sukses menyelenggarakan Kontes Robot STEM Tingkat Internasional 2025,
sebuah ajang kompetisi robotika yang mempertemukan mahasiswa dari dua negara
dalam satu semangat inovasi, kolaborasi, dan aplikasi nyata ilmu pengetahuan
berbasis STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Kegiatan ini
merupakan bagian dari program kerja Tim STEM UNESA, yang terdiri dari Tim
Rengganis Robotic Club dan Tim DEWO, serta tim mahasiswa dari NTNU, Taiwan.
Kompetisi ini diikuti oleh
total 30 peserta, dengan 20 mahasiswa dari Indonesia dan 10 mahasiswa dari
Taiwan. Para peserta dibagi dalam tim lintas institusi dan bekerja sama untuk
merancang, membangun, dan memprogram robot otonom yang mampu menyelesaikan
tantangan teknis dalam waktu terbatas. Adapun misi utama dari robot adalah
mengumpulkan bola pingpong sebanyak-banyaknya dalam waktu 90 menit, sebuah
tugas yang menuntut integrasi antara kecerdasan buatan, teknik kendali, dan
rekayasa perangkat keras. Pelaksanaan kontes dilakukan secara daring dan
luring. Proses dimulai dengan perekrutan anggota pada November 2024,
dilanjutkan dengan dua kali workshop daring lintas negara pada bulan Maret
2025. Setelah itu, peserta masuk ke tahap perancangan dan pembuatan robot
selama lebih dari satu bulan, hingga akhirnya mencapai puncak kompetisi yang
digelar secara serentak di Indonesia dan Taiwan pada 25 Mei 2025.
Setiap tahapan kegiatan dirancang tidak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai media pembelajaran interdisipliner. Melalui serangkaian workshop, peserta belajar menyusun struktur tim, membuat skema desain robot, memilih dan menguji komponen, hingga mengembangkan strategi pemrograman dan navigasi robot. Mereka juga diberi kesempatan melakukan uji coba dan evaluasi performa robot, termasuk kemampuan navigasi, akurasi penangkapan bola, serta efisiensi dalam penyelesaian misi.

Dalam babak kompetisi,
robot-robot buatan mahasiswa diuji secara real time, mulai dari verifikasi
ukuran dan dimensi robot, pengundian urutan tampil, modifikasi teknis terakhir,
hingga sesi utama kompetisi yang dilakukan secara daring menggunakan aplikasi
Zoom dan disaksikan langsung oleh pembina serta mahasiswa dari Taiwan dan
Indonesia. Proses penilaian dilakukan berdasarkan kriteria teknis, jumlah bola
yang berhasil dikumpulkan, serta ketepatan waktu dan manuver robot. Kompetisi
ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkuat
keterampilan kolaborasi internasional, komunikasi tim, serta pemecahan masalah
dalam tekanan waktu. Salah satu keunikan dari kegiatan ini adalah penggabungan
mahasiswa dari berbagai jurusan mulai dari fisika, teknik elektro, teknik
mesin, pendidikan matematika, hingga sains data yang mencerminkan pendekatan
STEM secara utuh. “Dari kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep
robotika, tetapi juga mempraktikkannya secara nyata, sekaligus berinteraksi dengan
mahasiswa dari luar negeri,” ujar Farhan selaku anggota kontes STEM dari Tim
Rengganis Robotic Club.
Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman skor dan peringkat, serta sesi fun match yang menjadi ajang interaksi bebas antar peserta. Meski bersifat kompetitif, suasana kekeluargaan dan semangat belajar tetap menjadi ciri khas selama jalannya kegiatan. Melalui ajang ini, UNESA dan NTNU membuktikan bahwa pendidikan tinggi tak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, melainkan juga pada kemampuan mahasiswa untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat diterapkan di dunia nyata. Kontes Robot STEM Internasional 2025 menjadi langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan teknologi global dengan kreativitas, kecerdasan, dan semangat kolaborasi.

Share It On: