Membentuk Juara Lewat Proses: Perjalanan Rengganis di KRAI 2025
Dalam setiap kompetisi,
kemenangan bukanlah satu-satunya hal yang dikejar. Bagi Rengganis Robotic Club,
keikutsertaan dalam Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025 menjadi ajang pembuktian
semangat, dedikasi, dan semangat kolaboratif tim yang tak pernah padam.
Mengusung tema “Robot Basketball” yang diadaptasi dari olahraga bola basket,
kompetisi ini menuntut sinergi, strategi, serta presisi tinggi dari setiap tim.
Di tengah atmosfer persaingan yang ketat dan penuh tantangan, tim Rengganis
menunjukkan semangat luar biasa meski harus mengakhiri perjuangan di tingkat
regional dan belum berhasil melaju ke tingkat nasional.
Sesuai dengan aturan resmi
KRAI 2025, pertandingan berlangsung di arena berukuran 15 × 8 meter, dengan dua
tim saling bergantian menjadi ofensif dan defensif. Tiap tim diberi waktu 20
detik dalam satu possession untuk mencetak poin melalui mekanisme operan
(passing), giring bola (dribbling), atau tembakan ke ring. Robot
yang digunakan pun harus memenuhi kriteria teknis yang ketat. Setiap tim wajib
membawa dua unit robot yang dapat berupa robot otonom, semi-otomatis, atau
manual. Robot harus muat dalam silinder berdiameter 800 mm dan tinggi maksimal
1500 mm saat awal pertandingan, serta boleh meluas hingga 1200 mm diameter dan
tinggi 2,4 meter selama pertandingan berlangsung. Total berat kedua robot
maksimal 50 kg, dan hanya boleh menggunakan baterai, angin tekan, atau tenaga
elastis sebagai sumber energi. Di luar aspek teknis, kontes ini juga menekankan
keselamatan, dengan kewajiban tombol darurat dan pembatasan sistem kelistrikan
tidak lebih dari 42 volt.
Meski pada akhirnya tim belum
berhasil melaju ke tingkat nasional, proses panjang yang telah dilalui tidaklah
sia-sia. Sejak tahap awal perancangan robot, brainstorming desain, integrasi
sistem kendali, hingga berhari-hari melakukan simulasi dan troubleshooting,
semua itu merupakan proses pembelajaran yang mendalam dan penuh nilai. Dalam
keterbatasan waktu, sumber daya, dan tekanan kompetisi, tim tetap menunjukkan
ketangguhan mental dan kekompakan yang luar biasa. “Setiap error adalah
guru, dan setiap jatuh adalah momen bangkit. Tahun ini belum rezeki kita, tapi
semangat kita nggak akan mati.” – Arya, Ketua Tim Rengganis 2025
Kegagalan bukanlah sebuah
akhir, tetapi momentum untuk tumbuh dan memperbaiki diri. Kami memahami bahwa
setiap langkah kecil yang ditempuh adalah investasi untuk masa depan. Tidak
mudah menerima hasil yang tidak sesuai harapan, namun tim menjadikan momen ini
sebagai refleksi—bahwa semangat kompetisi sejati terletak pada keberanian untuk
mencoba, berproses, dan tidak berhenti meskipun terjatuh.
Kami percaya, kegagalan hari ini adalah landasan bagi pencapaian yang lebih besar di masa depan. Dengan evaluasi menyeluruh dan semangat yang tak pernah padam, Rengganis Robotic Club siap untuk bangkit dan mencetak sejarah baru di tahun-tahun mendatang.
Share It On: